Saat istirahat.
Tea : “Ini Ta hpmu.” (mengembalikan hp Okta) “Terima kasih ya. Ta.” (tersenyum)
Okta : “Sama-sama, Te.” (masukin hp ke saku)
Tea : (berjalan menuju ke tempat duduknya) “Oh, iya.” (membalikkan badan) “Ta, tadi ada sms dari Theo. Tapi belum aku buka kok. Ngomong-ngomong itu beneran Kak Theo The Jumpers ya?”
Okta : “Terima kasih infonya.” (tersenyum dan mengambil hp) “Iya Te, itu Kak Theo The Jumpers.”
Tea : “Kamu dapat dari mana, Ta?”
Okta : “Waktu acara kemarin dia minta nomorku.”
Tea : “Ketemu dimana, Ta? Kok nggak ngajak-ngajak aku?”
Okta : “Kemarin aku disuruh Dama menggantikan dia. Terus Kak Theo ngajak kenalan dan akhirnya dia minta nomor hpku. Terus aku kasih deh.”
Tea : “Kamu nggak suka sama Theo kan?”
Okta : “Nggaklah, Te! Aku ngasih nomorku ke dia itu buat bantu kamu!”
Tea : “Bener?”
Okta : “Beneran Tea!”
Tea : “Terima kasih Okta. Nanti pulang sekolah ke toko buku yuk?”
Okta : “Sama-sama, Te. Siap.” (berfikir) “Oh iya, sms dari Kak Theo!” (baca sms)
(bersambung)
No comments:
Post a Comment