About Me

My photo
I was a little girl who is still sitting in junior high school. I was the one cool, dirty, good, loyal friend, unique, exciting, weird, crazy, extra ordinary, love adventures, etc hmm, maybe that's all about me

Saturday, May 28, 2011

Lebih Berarti Part 16

Theo pun berjalan menuju kasir untuk membayar, sedangkan Tea dan Okta menunggu di pintu. Mereka pun berjalan keluar dari pusat perbelanjaan itu dan langsung menuju ke tempat parker mobil. Mereka lalu masuk ke dalam mobil dan mobil itu pun melesat di sepanjang jalan menuju ke rumah Tea. Hal itu Theo lakukan karena dia ingin lebih lama berada di sisi Okta. Ketika Tea keluar dari mobil itu, Theo meminta Okta untuk pindah ke kursi depan supaya Theo bisa nyaman berbicara dengan Okta di perjalanan ke rumah Okta. Akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah Okta. Theo pun langsung berpamitan pulang karena setelah itu ia ada latihan dengan personil The Jumpers yang lain.
            Di tempat latihan.
Theo : (masuk) “Maaf, aku terlambat.”
Dyan : “Kamu kenapa terlambat? Nggak biasanya nih kayak gini!”
Haliq : “Kalau dilihat dari mukanya kayaknya sedang gembira nih.”
Theo : “Sekali-kali terlambat kan nggak apa-apa dong. Tahu aja kamu, Liq.” (tersenyum)
Haliq : “Kenapa nih kok bisa gembira?”
Tepe : “Dapat rejeki nomplok kali tu, Liq.” (tertawa)
Theo : “Bukan, Pe!”
Tepe : “Terus kenapa?”
Theo : “Aku baru aja jalan sama Okta. Yah walaupun sama temannya tapi nggak apa-apalah.” (senyum)
Tepe : “Ha! Kamu baru aja jalan sama siapa?!” (terkejut)
Theo : “Sama Okta.”
Dyan : “Kayaknya…”
Haliq : “Ada yang suka sama Okta nih.” (melanjutkan kata-kata Dyan)
Dyan : “Kamu kenapa menyelesaikan kata-kataku, Liq?!”
Haliq : “Kamu lama sih, Yan. Ngomong-ngomong nyantai aja dong, Yan.”
Tepe : “Kamu mau aja jalan sama nenek lampir?! Theo, kamu itu gila ya!”
Theo : “Kalau aku memang gila terus kenapa, Pe? Jangan-jangan…”
Haliq : “Jangan-jangan Tepe cemburu tuh.” (menyela perkataan Theo)
Tepe : “Aku? Cemburu?! Najis deh aku cemburu sama kamu cuma gara-gara kamu jalan sama itu nenek lampir!”
Theo : “Nama dia Okta! Bukan nenek lampir!”
Dyan : “Sudah! Nggak usah pada berantem! Kita pada mau latihan nggak sih?!”
Theo : “Ya sudah kita mulai latihannya.”
Tepe : “Konsen ya! Kalau masalah itu nanti kita selesaikan di luar latihan!”






(bersambung)

Thursday, May 26, 2011

Love Song

[TOP] han yeojaga mareojyeoga namjaneun norae bureujiman
nunmuli naneungeol ibyeoriran

[Daesung] neol manjil suga eobtneun geol I know yeah eh
tteoleojineun nal jabajwo Hello

[GD] I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song

[Taeyang] isarang noraega sirheo dasin an bureuri
neoreul tteoolliji anhge ijeul su itge

[Seungri] isarang noraega sirheo useumyeo bureuri
geudaega wirubji anghe jigeum neoegero nan ~~
ooh ooh ooh ooh woo

[Taeyang] nan~~ ooh ooh ooh ooh woo

[GD] nan duryewo isesangeun wimi eobseo
dalgwabyeori itneun neo itneun geu gose deryeogajwo

[Daesung] urineun areumdawotneunde You know
naege sarangeul garucyeojun neo Hello

[Taeyang] I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song

[GD]
I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song

[Taeyang] isarang noraega sirheo dasin an bureuri
neoreul tteoolliji anhge ijeul su itge

[Seungri] isarang noraega sirheo useumyeo bureuri
geudaega wirubji anghe jigeum neoegero nan
ooh ooh ooh ooh woo

[Taeyang] nan~~ ooh ooh ooh ooh woo

[TOP]
ttaseuhan haessal ddo dareun sesang ssulssulhi chunchuneun galdaebat
pureun eondeog win an yeojeonhi geunyeowawi motdahan daehwa
amu daedab eobtneun(daedabeobtneun) mupyeojeonghan jeo haneul(jeo haneul)
hwingureum dwie sumeo itgetji neon byeoril dwaetgetji (byeoril dwaetgetji)

[GD]
nun gamgo ne sumgyeoreul neukkyeo ne kkumeul kwo
nae ibgae beonjin miso jigeum nan neowa sumeul swio
singana meomchwo geunyowa nal galla nohji mara
barama meomchwo nege bonaeneun majimag pyeonji hanjang

[Taeyang] isarang noraega sirheo dasin an bureuri
neoreul tteoolliji anhge ijeul su itge

[Seungri] isarang noraega sirheo useumyeo bureuri
geudaega wirubji anghe jigeum neoegero nan ~~
ooh ooh ooh ooh woo
(oh I hate this LOVE SONG)

[Taeyang] nan~~ ooh ooh ooh ooh woo
(oh I hate this LOVE SONG)

oh I hate this LOVE SONG

Monday, May 23, 2011

Meski Kau Sakiti

Ku tahu kau sama denganku
Ku sadar kau bukan diriku

Kini hatiku telah mencoba
Pahami dirimu
Coba untuk setia atas cintaku

Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk membencimu

Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk menjauh dari hatimu

Ku tahu kau sama dengannya
Ku sadar kau bukan dirinya


Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk membencimu

Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk menjauh dari hatimu

Saturday, May 21, 2011

The Jumpers

The Jumpers Highlight

16052011 Part 1










Lebih Berarti Part 15

Mereka pun pergi ke toko buku untuk membeli buku yang Tea cari. Setelah itu, mereka menyempatkan diri untuk mengelilingi pusat perbelanjaan itu. Dan Theo pun mengajak mereka untuk makan siang karena ia merasa tidak enak pada Okta dan Tea. Mereka pun disana bercerita tentang banyak hal dan tertawa bersama-sama.
Okta : “Aku ke toilet sebentar ya?”
Theo dan Tea : “Oke.”
Okta : (berjalan menuju toilet)
Theo : “Te, Okta itu orangnya asik ya?”
Tea : “Iya, makanya aku temenan sama dia.”
Theo : “Te, kamu sahabatnya kan?”
Tea : “Iya, memang kenapa, Kak?”
Theo : “Dia itu suka sama cowok yang kayak gimana ya?”
Tea : “Kalau itu sih aku kurang tahu, Kak. Tapi kayaknya dia suka sama owok yang bisa bikin dia nyaman deh. Kakak suka ya sama Okta?” (dalam hati) “Aduh, keceplosan!”
Theo : “Kayaknya sih iya, Te.”
Tea : (terkejut)
Okta : (menuju ke arah Theo dan Tea) “Pulang yuk, sudah sore nih.”
Theo : “Ya sudah. Aku bayar dulu ya.”








(bersambung)

Lebih Berarti Part 14

Mereka berdua pun menunggu Theo di depan pintu gerbang sekolah. Lalu sebuah mobil lewat di depan mereka. Pintu mobil pun dibuka, lalu keluarlah seorang cowok dari dalam mobil tersebut. Dan Tea pun terkejut ketika ia tahu bahwa cowok itu adalah Theo.
Tea : “Ta, orang yang kamu maksut itu Kak Theo?” (masih terkejut)
Okta : “Yup, you’re right.”
Theo : “Hai semua.” (tersenyum)
Okta dan Tea : “Hai juga Kak.”
Okta : “Kak, kenalin ini temanku.”
Tea : “Tea.” (mengulurkan tangan)
Theo : “Theo.” (menjabat tangan Tea)
Okta : “Kak, Tea ini ngefans lho sama Kakak.”
Tea : (menginjak kaki Tea)
Okta : “Aw..”
Theo : “Kamu nggak apa-apa, Ta? Beneran tu, Te?”
Okta : “Nggak apa-apa, Kak.”
Tea : “Iya, Kak.” (malu-malu)
Theo : (lihat jam) “Berangkat sekarang aja yuk.”
Okta dan Tea : “Ayo.”








(bersambung)

Lebih Berarti Part 13

Okta : (berfikir) “Boleh juga nih idenya. Siapa tahu nanti Kak Theo suka sama Tea.” (tersenyum) “Tea.”
Tea : “Apa, Ta?”
Okta : “Kalau kita ketambahan seseorang lagi nggak apa-apa kan?”
Tea : “Boleh. Tapi siapa, Ta?”
Okta : “Ada deh.”
Tea : “Pacar barumu ya?”
Okta : “Bukan! Aku masih jomblo kok!”
Tea : “Terus siapa dong?”
Okta : “Nanti kamu juga tahu sendiri kok.” (membalas sms Theo)
Untuk : kak Theo
Boleh juga tuh kak idenya.
Dari : Kak Theo
Nanti aku jemput jam 2 ya.
            Untuk : Kak Theo
            Oke Kak.
            Pulang sekolah
*teng…teng…teng…*
Bu Guru : “Cukup sekian pelajaran ibu pada siang hari ini. Selamat siang anak-anak.”
Murid-murid : “Selamat siang, Bu.”
Okta : “Ayo, Te.”
 Tea : “Yuk.”








(bersambung)

Lebih Berarti Part 12

Dari : Kak Theo
            Hai Okta.
Untuk : Kak Theo
Hai juga Kak. Maaf balasnya lama.
            Dari : Kak Theo
            Iya, tak apa-apa kok. Lagi sibuk ya?
Untuk : Kak Theo
Nggak kok Kak.
            Dari : Kak Theo
            Ta, nanti temani aku jalan-jalan ya? Nanti aku jemput deh.
Untuk : Kak Theo
Haduh, maaf Kak, hari ini aku sudah ada janji ke toko buku sama temanku.
            Dari : Kak Theo
            Ya sudah, kita pergi bertiga aja gimana?
















(bersambung)

Lebih Berarti Part 11

Saat istirahat.
Tea : “Ini Ta hpmu.” (mengembalikan hp Okta) “Terima kasih ya. Ta.” (tersenyum)
Okta : “Sama-sama, Te.” (masukin hp ke saku)
Tea : (berjalan menuju ke tempat duduknya) “Oh, iya.” (membalikkan badan) “Ta, tadi ada sms dari Theo. Tapi belum aku buka kok. Ngomong-ngomong itu beneran Kak Theo The Jumpers ya?”
Okta : “Terima kasih infonya.” (tersenyum dan mengambil hp) “Iya Te, itu Kak Theo The Jumpers.”
Tea : “Kamu dapat dari mana, Ta?”
Okta : “Waktu acara kemarin dia minta nomorku.”
Tea : “Ketemu dimana, Ta? Kok nggak ngajak-ngajak aku?”
Okta : “Kemarin aku disuruh Dama menggantikan dia. Terus Kak Theo ngajak kenalan dan akhirnya dia minta nomor hpku. Terus aku kasih deh.”
Tea : “Kamu nggak suka sama Theo kan?”
Okta : “Nggaklah, Te! Aku ngasih nomorku ke dia itu buat bantu kamu!”
Tea : “Bener?”
Okta : “Beneran Tea!”
Tea : “Terima kasih Okta. Nanti pulang sekolah ke toko buku yuk?”
Okta : “Sama-sama, Te. Siap.” (berfikir) “Oh iya, sms dari Kak Theo!” (baca sms)







(bersambung)

Friday, May 20, 2011

Maybe Someday

Tonight I’m thinking all about you
And I’m sure will get a pleasure
But grass of doubtness growt in my heart

And inside my heart tell me another voice that I should get you
Maybe someday maybe someday I can hold you

I’m afraid when I’m feeling this is so make me afraid
But you always come and I melt when you in front of my face
You’ve opened my eyes from the nightmare when it try to break my mind
Maybe someday maybe someday I can hold you I can hold you

Maybe someday
Maybe someday
I can hold you
Maybe someday
Maybe someday
I will kiss you
Maybe someday
Maybe someday
I can make you proud
Maybe someday
Maybe someday
You can love me

Lebih Berarti Part 10

Sesampainya Okta di sekolah.
Tea : “Okta!” (teriak)
Okta : (mencari asal suara)
Tea : “Aku disini, Ta!”
Okta : “Kenapa, Te?”
Tea : “Aku pinjam hpmu dong untuk sms Papaku.”
Okta : “Buat apaan?”
Tea : “Biasa, bukuku ada yang ketinggalan.”
Okta : “Lha hp kamu, Te?”
Tea : “Aku nggak punya pulsa, Ta.”
Okta : “Oh.” (mengambil hpnya disaku) “Nih.” (memberikan hpnya)
Tea : “Terima kasih, Ta.”
            Untuk : 085728552299
            Pi, tolong ambilkan buku kimiaku di meja dong. Tea.
Tea : “Ta, hpmu aku bawa dulu ya?”
Okta : “Oke, tapi jangan diloakin. Aku ke kelas dulu ya, Te?”
Tea : “Siap.”
*dert…dert…dert…*
Tea : (berfikir) “Cepat banget nih Papi yang balas.” (melihat ke layar hp dan membacanya dalam hati) “Kak Theo. Ha? Kak Theo? Kak Theo The Jumpers bukan ya? Ah nanti tanya Okta aja deh.”
*dert…dert…dert…*
Tea : (melihat layar hp dan bergumam) “Nah, ini baru sms dari Papi.” (membuka sms)
            Dari : 085728552299
            Papi tunggu di luar









(bersambung)

Lebih Berarti Part 9

Keesokan harinya di rumah Okta.
Okta : (turun lewat tangga) “Pagi, Pa. Pagi, Ma.”
Pak Adi dan Bu Dyah : “Pagi juga, Sayang.”
Bu Dyah : “Sini makan bareng dulu.”
Okta : “Nggak usah, Ma. Sudah telat nih, nanti pasti nunggu bus lagi.”
Bu Dyah : “Sekali-sekali kamu itu dianter sama Papa aja biar bisa makan bareng.”
Okta : “Nggak deh, Ma. Nanti aku jadi manja lagi. Biar Okta berangkat sendiri ya Ma.” (tersenyum) “Okta berangkat dulu ya Pa, Ma.” (keluar rumah)
Bu Dyah : “Hati-hati, Sayang!” (teriak)
Okta : “Pasti, Ma!” (teriak)
Bu Dyah : “Dasar anak itu! Selalu semaunya sendiri!” (kesal)
Pak Adi : “Biarkan saja, Ma. Yang penting dia tidak aneh-aneh.” (sambil membaca koran)
Bu Dyah : “Ya sudahlah.” (pakai nada)
Pak Adi : “Nyanyi, Ma?”
Bu Dyah : “Biar gaul, Pa.”
Pak Adi : “Mama ini ada-ada saja. Ya sudah, Papa berangkat dulu ya, Ma.” (keluar rumah)
Bu Dyah : (mengikuti Pak Adi keluar rumah) “Hati-hati dijalan, Pa.” (melambaikan tangan)








(bersambung)

Lebih Berarti Part 8

Tepe : (berbisik) “Apa! Kamu suka sama dia?! Theo, sadar dong, dia itu nenek lampir!”
Theo : (berbisik) “Menurutmu aja kali.”
Tepe : “Terserah deh! Aku gerah di sini!” (keluar)
            Beberapa jam kemudian acara pun selesai.
            Di kamar Okta.
*dert…dert…dert…*
Okta : (mengambil hp)
            Dari : 085728930307
            Malam Okta.
Untuk : 085728930307
Siapa ya?
            Dari : 085728930307
            Aku Theo. Kamu masih ingat kan? By the way, aku ganggu nggak nih?
Okta : “Oh, Kak Theo. Simpan dulu ah.”
Untuk : Kak Theo
Oh kak Theo. Masihlah kak, aku kan bukan nenek-nenek. Nggak kok kak.
            Dari : kak Theo
            Jangan panggil Kak dong. Panggil Theo aja. Malam-malam gini kok belum tidur?
Untuk : kak Theo
Aku nggak enak kalau nggak manggil Kak. Ini juga mau tidur.
            Dari : kak Theo
            Ya sudahlah. Tidur aja gih sana, besok sekolah kan?
Untuk : kak Theo
Tidur dulu ya kak. Malam.
            Dari : Kak Theo
            Malam juga.





(bersambung)

Lebih Berarti Part 7

Tepe : “Kamu bilang apa tadi?! Nggak kenal minta maaf?!”
Okta : “Iya! Kamu kan yang nabrak aku beberapa hari yang lalu sampai kakiku lecet! Terus kamu nggak minta maaf sama aku dan kamu malah kabur gitu aja!”
Tepe : “Kapan aku nabrak kamu?!”
Okta : “Aku nggak tahu kapan pastinya! Tapi kamu pernah nabrak aku!”
Dyan dan Haliq : (ternganga dan bertepuk tangan)
Haliq : “Yan, dahsyat banget ya mereka berantemnya.”
Dyan : “Iya tuh sampai nggak ada titik sama komanya.”
Theo : “Sudahlah, nggak usah pada berantem. Ta, aku sebagai temannya minta maaf ya kalau teman aku yang satu ini punya salah sama kamu.”
Okta : “Oke, aku terima!” (masih marah)
Theo : “By the way, aku boleh minta nomor hpmu nggak?”
Okta : “Buat apa?”
Theo : “Aku mau jadi teman kamu, Ta. Kamu mau kan?”
Okta : “Hmm, boleh.” (berfikir) “Siapa tahu nanti bisa bantu Tea.”
Theo : “Berapa nomornya?”
Okta : “083837373711.”
Theo : “Terima kasih, Ta.” (senang)
Tepe : “Kamu gila kali ya pakai minta nomornya segala?! Lagipula kenapa juga sih kamu mau jadi temannya nenek lampir yang satu ini? Kayak nggak ada yang lain aja!”
Theo : (berbisik) “Pe, kayaknya aku suka deh sama Okta.”











(bersambung)

Lebih Berarti Part 6

Sesampainya di dalam tenda.
Okta : (dalam hati) “Yah, ketemu sama dia!”
Tepe : (diam)
Theo : (berbisik) “Bro, itu cewek cantik ya?”
Tepe : (berbisik) “Apa bagusnya sih itu cewek?!”
Theo : (berbisik) “Bro, kamu punya masalah ya sama itu cewek?”
Tepe : (berbisik) “Nggaklah! Itu cewek kali yang punya masalah sama aku!”
Theo : (berbisik) “Kok bisa? Memangnya kamu kenal dia?”
Tepe : (berbisik) “Tahu deh! Tadi dia itu asal marah-marah aja sama aku. Kenal dia? Nggaklah!”
Theo : (berbisik) “Aku ke sana dulu ya, Bro.” (menuju ke dekat Okta) “Hai, aku Theo Broma Anggara. Panggil aku Theo. Kamu siapa?”
Okta : (melihat Theo) “Orang ini kan yang disukai Tea.” (berfikir) “Aku?”
Theo : “Iya, siapa lagi kalau bukan kamu?”
Okta : “Aku Tri Okta Sampurna. Panggil aku Okta.”
Theo : “Nama yang bagus. Oh iya, sini aku kenalin ke teman-temanku.” (mendekati Tepe, Haliq dan Dyan) “Okta, ini teman-temanku. Kenalin ini Dyan.”
Okta : “Okta Sampurna.”
Dyan : “Dyan Anjar.”
Theo : “Ini Haliq.”
Okta : “Okta.” (berfikir) “Ya ampun imut banget.”
Haliq : “Haliq Ferdian Junaidi.”
Theo : “Nah, yang ini Tepe.”
Okta : “Okta!” (berfikir) “Males banget deh kenalan sama ini orang!”
Tepe : “Iya, iya, aku tahu kalau namamu Okta!”
Theo : “Dia Teguh Prakoso, Ta.”
Okta : “Kamu itu kenapa sih?!” (marah)
Tepe : “Kamu itu yang kenapa?! Tadi datang-datang langsung kayak orang ngusir aja! Punya masalah apa kamu sama aku?!” (marah)
Theo : (menginjak kaki Tepe)
Tepe : “Theo! Kenapa kamu menginjak kakiku?”
Okta : “Dasar cowok nggak kenal minta maaf!”












(bersambung)

Monday, May 2, 2011

Vidclip The Jumpers - True Love

inilah hasil kerja keras kak Tepe yang sudah mengedit ulang video clip true love :)
semoga anda menyukai versi yang baru ini
sehingga kak Tepe nggak capek-capek lagi ngedit untuk memenuhi komentar anda yang tidak suka dengan video clip tersebut :P




check this out :)
>> http://www.youtube.com/watch?v=JoUBv1Gv8kw