Gua Pindul memiliki panjang sekitar 350 m, lebar hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit.Cavetubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam. Karena aliran air di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cavetubing di Gua Pindul ini juga bisa dilakukan oleh pemula maupun anak kecil bahkan wanita hamil pernah.
Ditengah Gua, ada sebuah ruangan yang agak besar, dengan lubang diatasnya yang warga setempat menyebut sumur terbalik, sinar matahari yang masuk melalui lubang ini membuat suasana semakin indah. Lubang diatas gua inilah dimana seringkali digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota TIM SAR atau latihan.
Saat anda melakukan susur gua di Gua Pindul ini, anda akan menemukan sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa (Soko Guru).
Stalaktit ini merupakan terbesar di Goa Pindul dan mempunyai peringkat no 4 di dunia. Stalagtit putting yg masih aktif siap menanti anda dengan tetesan airnya yang konon bisa bikin cantik n’ awet muda, bagi yg lelaki untuk menambah vitalitas telah ditunggu stalagtit jantan, anda cukup memegang aja udah terasa bedannya…tenane’ lek…. Bagi adik-adik di zona terang bisa berenang, lompat indah sambil lihat ikan cukup besar yg memamerkan keindahan tubuhnya.Ada juga Stalagmit dan stalagtit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia, butuh 5 orang untuk melingkarinya, bahkan celahnya hanya cukup dilewati satu orang saja. Besar ditengah-tengah Goa yang katanya sebagai tiang Goa.Keindahan semakin lengkap dengan adanya ornamen disepanjang dinding Goa seperti mahakarya lukisan abstrak yang tak ternilai. Mata kristal Kelelawar bergelantungan menghiasi lorong goa. Terdapat tirai juga yang tersusun dari tetesan air didinding Goa.
Paket Cave Tubing Pindul
1. Jasa pemandu
2. Perlengkapan ( ban pelampung, jaket pelampung, sepatu karet, Head Lamp)
3. Asuransi
4. Transportasi
5. Biaya Rp 25.000/ orang
About Me
- Andreina Candraningtyas
- I was a little girl who is still sitting in junior high school. I was the one cool, dirty, good, loyal friend, unique, exciting, weird, crazy, extra ordinary, love adventures, etc hmm, maybe that's all about me
Saturday, September 22, 2012
Friday, August 31, 2012
Catper : Gunung Sindoro
Pada hari senin tanggal 9 Juli 2012 aku harus bisa bangun pagi dan bersiap-siap berangkat ke Terminal Jombor dan berkumpul bersama anggota BBHC yang lain yaitu Ahmad, Prela, Iin, Adhi, Eko, Aldi, Mas Feri, Mas Udin, Mas Adri, Mas Warin, Mas Densa, Mbak Vivi, Mas Irex, Mas Made, Mas Agus, Mas Jallu dan Mas Elang. Kami berkumpul untuk naik bis menuju Kledung, Jawa Tengah. Kami bertekad pergi ke Kledung untuk menaklukkan puncak Gunung Sindoro. Dan beginilah ceritaku.
Senin, 9 Juli 2012
Pada pukul 8 kami berkumpul di Terminal Jombor. Sambil menunggu teman-teman yang pada belum datang, kita bercerita sampai ada yang berbelanja ataupun sarapan. Dan tanpa disadari ternyata Mas Elang yang berencana tidak ikut mendaki pun menyambut kami dan mengubah niatnya untuk tidak ikut mendaki menjadi ikut mendaki. Setelah semua berkumpul, kamipun melakukan packing ulang untuk memasukkan barang yang belum masuk ke dalam carier dan mengecek barang bawaan. Setelah packing ulang kamipun menunggu bis yang akan menjemput kami tiba.
Sekitar pukul 9 bis yang akan kami naiki tiba. Kami pun masuk ke dalam bis dan bis pun segera melaju. Di dalam bis tersebut ada yang tertidur karena meminum obat antimo, berbincang-bincang maupun menikmati perjalanan.
Sesampainya di Terminal bis Tidar kami pun berganti bis dengan tujuan Wonosobo. Tetapi sebelum kami berganti bis kami beristirahat sebentar. . Ketika sedang beristirahat ada yang menyempatkan diri untuk membeli pulsa, ke toilet maupun membeli makanan.
Kamipun melanjutkan perjalanan dengan bis tujuan Wonosobo setelah sedikit bernegosiasi dengan sang pemilik bis. Di dalam bis aku sempat tertidur dan ketika aku terbangun aku pun berbincang-bincang dengan Mbak Vivi.
Akhirnya kami sampai diseberang pintu gerbang desa di kaki Gunung Sindoro dan kami pun turun dari bis. Sebelum kami menyeberang jalan, Mas Jallu sempat bertanya apakah ada yang ingin pulang atau tidak dan kami pun menjawabnya dengan memantapkan diri menyeberangi jalan. Setelah itu kami berjalan kaki menuju basecamp Gunung Sindoro dan langkah kami pun terhenti ketika kami melewati Masjid At-Taqwa. Kami pun memutuskan untuk beribadah dan beristirahat. Ketika sedang beristirahat, kami yang merasa lapar terpuaskan denan adanya bapak penjual bakso. Setelah itu yang telah selesai beribadah dan beristirahat melanjutkan perjalanan menuju basecamp. Sebelum sampai basecamp, aku sempat diajak berputar-putar oleh Mas Jallu.
Setelah sampai di basecamp, kamipun beristirahat sambil menunggu yang masih berada di Masjid. Beberapa menit kemudian kami semua telah berkumpul kembali di basecamp. Karena ada yang masih merasa lapar, maka kami beramai-ramai pergi ke rumah warga yang berjualan makanan. Karena aku sudah merasa tidak terlalu lapar maka aku makan sepiring berdua dengan Iin. Sambil menikmati makanan kami, kami pun bersenda gurau. Makanan pun telah habis dan Eko memanggil ibu penjual makanan tersebut untuk membayar dan terjadilah sebuah ejekan untuk Eko. Setelah itu kami pun kembali ke basecamp untuk packing ulang. Saat packing ulang kami membagi barang bawaan yang untuk satu kelompok dan membagi air minum. Setelah packing ulang kami berfoto di depan basecamp lalu melanjutkan perjalanan kami.
Saat berjalan disekitar ladang penduduk, Eko, Adhi dan Aldi berlomba-lomba untuk menjadi yang berada di depan sehingga mereka cepat untuk beristirahat sejenak dan menghilangkan rasa dahaga. Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya kami pun sampai di pos 1. Kami pun beristirahat sejenak sambil menunggu yang masih tertinggal jauh dibelakang. Setelah beberapa menit beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 2.
Beberapa jam pun berlalu dan kami pun tiba di pos 2. Di pos 2 kami mengistirahatkan kaki sejenak dan menhilangkan rasa haus. Setelah rasa letih terpuaskan kami pun melanjutkan perjalanan. Tetapi sebelum berangkat, kami menyiapkan senter yang telah kami persiapkan dari rumah karena sebentar lagi hari mulai gelap.
Di perjalanan menuju pos 3 kami sudah merasa letih sehingga kami banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat. Dan ketika hendak sampai di pos 3 kamipun beristirahat sambil bercanda gurau dengan cara memainkan lampu senter yang kami bawa. Beberapa menit kemudian mulailah terdengar suara lonceng sapi dan tak lama kemudian muncullah 4 orang pendak yang ternyata salah seorang diantaranya adalah orang yang mempunyai lonceng sapi tersebut. Setelah 4 orang pendaki tersebut berlalu, Ahmad dan yang lainnya mengganti topic pembicaraan mereka dengan suara lonceng sapi tadi.
Beberapa menit kemudian kami melanjutkan kembali perjalanan kami yang sempat tertunda oleh rasa letih yang dirasakan oleh kaki kami. Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan sispala dari SMA Negeri 1 Yogyakarta. Tanpa disengaja salah seorang dari sispala SMA Negeri 1 Yogyakarta tersebut adalah teman semasa SMPnya Prela sehingga terjadi perbincangan yang sangat singkat.
Beberapa menit pun berlalu dan akhirnya kami sampai di pos 3. Saat berada di pos 3, kami memutuskan untuk mendirikan doom dan bermalam di pos 3 karena keadaan. Sebelum kami mendirikan doom, kami sempat berpindah lokasi mendirikan doom sebanyak 3 kali dan akhirnya kami menemukan tempat yang nyaman untuk mendirikan doom. Doom pun didirikan dan kami masuk kedalam doom yang telah dibagi berdasarkan kelompok. Aku menempati satu doom dengan ditemani oleh Mbak Vivi, Iin dan Prela. Didalam doom kami menata barang bawaan kami lalu bergegas memasak bahan makanan kami. Kami memasak bahan makanan kami didalam doom dengan menggunakan kompor spirtus dan ditemani oleh Mas Densa. Saat kami sedang memasak beras, Mas Densa pun berkata kalau beras yang kami masak nggak akan jadi dan kami pun beradu mulut sambil memasak. Setengah jam kemudian makananpun sudah tersajikan. Kamipun memakan apa yang telah kami masak. Namun, saat kami memakan sedikit makanan kami, kami merasa sudah kenyang dan kamipun memaksakan diri untuk menghabiskan makanan kami. Setelah selesai makan, kamipun segera berbaring untuk memejamkan mata.
Pada pukul 8 kami berkumpul di Terminal Jombor. Sambil menunggu teman-teman yang pada belum datang, kita bercerita sampai ada yang berbelanja ataupun sarapan. Dan tanpa disadari ternyata Mas Elang yang berencana tidak ikut mendaki pun menyambut kami dan mengubah niatnya untuk tidak ikut mendaki menjadi ikut mendaki. Setelah semua berkumpul, kamipun melakukan packing ulang untuk memasukkan barang yang belum masuk ke dalam carier dan mengecek barang bawaan. Setelah packing ulang kamipun menunggu bis yang akan menjemput kami tiba.
Sekitar pukul 9 bis yang akan kami naiki tiba. Kami pun masuk ke dalam bis dan bis pun segera melaju. Di dalam bis tersebut ada yang tertidur karena meminum obat antimo, berbincang-bincang maupun menikmati perjalanan.
Sesampainya di Terminal bis Tidar kami pun berganti bis dengan tujuan Wonosobo. Tetapi sebelum kami berganti bis kami beristirahat sebentar. . Ketika sedang beristirahat ada yang menyempatkan diri untuk membeli pulsa, ke toilet maupun membeli makanan.
Kamipun melanjutkan perjalanan dengan bis tujuan Wonosobo setelah sedikit bernegosiasi dengan sang pemilik bis. Di dalam bis aku sempat tertidur dan ketika aku terbangun aku pun berbincang-bincang dengan Mbak Vivi.
Akhirnya kami sampai diseberang pintu gerbang desa di kaki Gunung Sindoro dan kami pun turun dari bis. Sebelum kami menyeberang jalan, Mas Jallu sempat bertanya apakah ada yang ingin pulang atau tidak dan kami pun menjawabnya dengan memantapkan diri menyeberangi jalan. Setelah itu kami berjalan kaki menuju basecamp Gunung Sindoro dan langkah kami pun terhenti ketika kami melewati Masjid At-Taqwa. Kami pun memutuskan untuk beribadah dan beristirahat. Ketika sedang beristirahat, kami yang merasa lapar terpuaskan denan adanya bapak penjual bakso. Setelah itu yang telah selesai beribadah dan beristirahat melanjutkan perjalanan menuju basecamp. Sebelum sampai basecamp, aku sempat diajak berputar-putar oleh Mas Jallu.
Setelah sampai di basecamp, kamipun beristirahat sambil menunggu yang masih berada di Masjid. Beberapa menit kemudian kami semua telah berkumpul kembali di basecamp. Karena ada yang masih merasa lapar, maka kami beramai-ramai pergi ke rumah warga yang berjualan makanan. Karena aku sudah merasa tidak terlalu lapar maka aku makan sepiring berdua dengan Iin. Sambil menikmati makanan kami, kami pun bersenda gurau. Makanan pun telah habis dan Eko memanggil ibu penjual makanan tersebut untuk membayar dan terjadilah sebuah ejekan untuk Eko. Setelah itu kami pun kembali ke basecamp untuk packing ulang. Saat packing ulang kami membagi barang bawaan yang untuk satu kelompok dan membagi air minum. Setelah packing ulang kami berfoto di depan basecamp lalu melanjutkan perjalanan kami.
Saat berjalan disekitar ladang penduduk, Eko, Adhi dan Aldi berlomba-lomba untuk menjadi yang berada di depan sehingga mereka cepat untuk beristirahat sejenak dan menghilangkan rasa dahaga. Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya kami pun sampai di pos 1. Kami pun beristirahat sejenak sambil menunggu yang masih tertinggal jauh dibelakang. Setelah beberapa menit beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 2.
Beberapa jam pun berlalu dan kami pun tiba di pos 2. Di pos 2 kami mengistirahatkan kaki sejenak dan menhilangkan rasa haus. Setelah rasa letih terpuaskan kami pun melanjutkan perjalanan. Tetapi sebelum berangkat, kami menyiapkan senter yang telah kami persiapkan dari rumah karena sebentar lagi hari mulai gelap.
Di perjalanan menuju pos 3 kami sudah merasa letih sehingga kami banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat. Dan ketika hendak sampai di pos 3 kamipun beristirahat sambil bercanda gurau dengan cara memainkan lampu senter yang kami bawa. Beberapa menit kemudian mulailah terdengar suara lonceng sapi dan tak lama kemudian muncullah 4 orang pendak yang ternyata salah seorang diantaranya adalah orang yang mempunyai lonceng sapi tersebut. Setelah 4 orang pendaki tersebut berlalu, Ahmad dan yang lainnya mengganti topic pembicaraan mereka dengan suara lonceng sapi tadi.
Beberapa menit kemudian kami melanjutkan kembali perjalanan kami yang sempat tertunda oleh rasa letih yang dirasakan oleh kaki kami. Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan sispala dari SMA Negeri 1 Yogyakarta. Tanpa disengaja salah seorang dari sispala SMA Negeri 1 Yogyakarta tersebut adalah teman semasa SMPnya Prela sehingga terjadi perbincangan yang sangat singkat.
Beberapa menit pun berlalu dan akhirnya kami sampai di pos 3. Saat berada di pos 3, kami memutuskan untuk mendirikan doom dan bermalam di pos 3 karena keadaan. Sebelum kami mendirikan doom, kami sempat berpindah lokasi mendirikan doom sebanyak 3 kali dan akhirnya kami menemukan tempat yang nyaman untuk mendirikan doom. Doom pun didirikan dan kami masuk kedalam doom yang telah dibagi berdasarkan kelompok. Aku menempati satu doom dengan ditemani oleh Mbak Vivi, Iin dan Prela. Didalam doom kami menata barang bawaan kami lalu bergegas memasak bahan makanan kami. Kami memasak bahan makanan kami didalam doom dengan menggunakan kompor spirtus dan ditemani oleh Mas Densa. Saat kami sedang memasak beras, Mas Densa pun berkata kalau beras yang kami masak nggak akan jadi dan kami pun beradu mulut sambil memasak. Setengah jam kemudian makananpun sudah tersajikan. Kamipun memakan apa yang telah kami masak. Namun, saat kami memakan sedikit makanan kami, kami merasa sudah kenyang dan kamipun memaksakan diri untuk menghabiskan makanan kami. Setelah selesai makan, kamipun segera berbaring untuk memejamkan mata.
Selasa, 10 Juli 2012
Aku pun terbangun di pagi hari yang dingin. Ku lihat Prela dan Iin masih menjelajahi alam mimpinya sedangkan Mbak Vivi sudah bangun dan pergi untuk menyambut sang dewa pagi keluar dari persembunyiannya. Aku pun terdiam sejenak lalu terdengarlah suara Mbak Vivi yang sedang berbicara. Aku pun pergi menghampiri Mbak Vivi dan ternyata sudah ada Mas Danang dan Mas Chandra yang telah tiba pagi-pagi sekali untuk menyusul kami. Pada saat itu Mas Danang tengah sibuk memegang kameranya untuk memotret pemandangan dan Mbak Vivi sedangkan Mas Chandra sibuk bercerita kepada Mbak Vivi dan Mas Danang.
Tak lama kemudian datanglah Prela dan Iin. Ahmad, Aldi, Adhi, Eko, Mas Warin, Mas Udin dan Mas Feri ikut bergabung bersama kami setelah beberapa menit kemudian kami melihat indahnya pemandangan di pagi itu. Kami pun menikmati pemandangan di pagi itu bersama-sama sambil bercerita, mengabadikannya didalam kamera, memasak dan menghangatkan tubuh. Beberapa saat kemudian makanan pun sudah tersajikan dan kami pun makan sambil bersenda gurau. Setelah kami selesai makan, Mas Densa pun ikut bergabung dalam keceriaan kami lalu kembali ke dalam doom untuk mengambil bahan makanan lalu memasaknya. Mas Densa memasak banyak bahan makanan untuk kemudian dimakan bersama-sama. Sambil Mas Densa memasak, Mas Chandra menceritakan perjalanannya dengan Mas Danang semalam dan tak lupa ia menceritakan orang dari luar negeri yang bernama Antony yang ia temui saat diperjalanan menuju pos 3. Setelah makanan jadi Mas Densa pun memakan masakannya dan tak lupa ia menawarkannya kepada kami. Saat sedang menikmati makanan, Mas Agus datang menghampiri kami. Tak lama kemudian Mas Jallu dan Mas Made pun tiba di pos 3. Mas Jallu menceritakan hal yang ia alami saat bersama Mas Made. Tak lama kemudian Mas Irex pun ikut bergabung dan kami bercerita banyak hal.
Waktu menunjukkan sekitar jam 10 pagi dan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Namun sayang, Mas Made tidak bisa ikut kami untuk mendaki hingga puncak. Kami pun memacking barang yang akan kami bawa dan 1 kelompok hanya membawa 1 tas. Setelah selesai packing, barang yang tidak dibawa dititipkan kepada Mas Made. Kami mengawali perjalanan kami di pagi itu dengan berdoa terlebih dahulu dan kami memulai kembali perjalanan kami yang sempat tertunda.
Di perjalanan menuju pos 4, jalan yang kami lalui sudah mulai terjal sehingga kami banyak menyempatkan diri untuk beristirahat. Saat ditengah perjalanan kami membagi rombongan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok pria berjalan didepan dan kelompok wanita dibelakang karena melihat kondisi.
Beberapa jam pun berlalu dan medan pos 4 dan 5 pun telah ditaklukan. Saat hendak menuju pos 6, kami melihat Mbak Vivi sudah tidak enak badan dan kami pun beristirahat sejenak sambil menunggu Mbak Vivi. Beberapa menit kemudian kami pun melanjutkan perjalanan. Ketika tinggal beberapa kilometer menuju puncak Gunung Sindoro, kami bertemu dengan Aldi yang ternyata tertinggal jauh dari rombongannya.
Beberapa menit berlalu dan kami sampai di puncak gunung. Rasa letih menjadi sirna begitu kami melihat betapa eloknya pemandangan di puncak Gunung Sindoro. Terlihat begitu indah dengan adanya kawah dan disekitar kawah tersebut terdapat banyak tulisan yang disusun dengan menggunakan bongkahan batu. Namun sayang, saat itu kawah tersebut sedang kering. Saat berada di puncak gunung, kami tak lupa untuk mengabadikan setiap momen kedalam kamera sehingga kamera pun sering berpindah-pindah tangan.
Waktu menunjukkan angka 5 dan kami mengakhiri acara di puncak dengan memberikan nama rimba dan setelah itu kami memutuskan untuk turun. Tak begitu lama kami turun, Mbak Vivi terhenti karena kembali merasa tidak enak badan. Kami turun dan membiarkan Mbak Vivi beristirahat dengan ditemani Mas Jallu dan Mas Irex.
Setelah beberapa jam berjalan, malam pun menyambut kami dan kami beristirahat sejenak sambil bercanda ria dan melihat keindahan langit yang bertaburkan berjuta bintang. Setelah rasa letih sedikit berkurang akhirnya kami meninggalkan keindahan tersebut dan melanjutkan turun.
Saat di tengah perjalanan, Mas Jallu mengabari Mas Densa untuk membawakan barang yang ia butuhkan. Mas Feri dan Mas Warin pun kembali ke atas untuk membawakan barang tersebut sedangkan kami turun untuk menyiapkan tempat istirahat dan mengecek persediaan makanan.
Kami pun akhirnya sampai di pos 3 dan Mas Densa menyuruh kami untuk memasak makanan lalu bersiaga untuk membantu yang masih di atas. Namun Mas Densa menyuruh aku, Iin dan Prela untuk menyiapkan barang-barang kepunyaan Mbak Vivi dan setelah itu beristirahat. Aku, Iin dan Prela pun beristirahat setelah tugas kami selesai.
Rabu, 11 Juli 2012
Pagi pun menyambut kami dengan riang dan terlihat para lelaki kelelahan. Mas Chandra pun memutuskan untuk turun terlebih dahulu karena ada urusan. Beberapa menit pun berlalu, kami pun memacking barang bawaan kami dan membongkar 2 doom dan menyisakan 1 doom.
Setelah semua telah tersusun rapi didalam tas kecuali alat masak, alat makan dan bahan makanan, kami pun memasak bahan makanan dan mendata air minum yang kami punya. Dan pada jam 10 kami memutuskan untuk kembali menuju basecamp. Sebelum turun menuju basecamp, kami pun membagi air minum. Kami turun dan meninggalkan Mas Danang dan Mas Irex yang menunggu rombongan yang masih berada di atas.
Di tengah jalan kami kembali membagi menjadi 2 kelompok karena melihat medan yang kami lalui dan kami pun melanjutkan perjalanan. Di perjalanan, kami bertemu dengan banyak pendaki.
Beberapa jam berlalu dan akhirnya kami sampai di pos 2. Kami pun beristirahat lama karena sekalian menunggu Mas Feri dan Mas Udin yang tertinggal di belakang kami. Di pos 2 kami banyak bercerita dan bertanya dan sialnya malah pada bertanya tentang ceritaku dengan sahabatku.
Setelah berlama-lama di pos 2 akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan tak terasa kami telah sampai di dekat pos 1. Kami pun sejenak menikmati pemandangan berkabut lalu kembali berjalan.
Saat berada di ladang penduduk, aku, Mas Densa, Iin dan Prela berlarian. Dan tak terasa kami pun sampai di basecamp dengan disambut oleh rombongan kami yang telah sampai duluan di basecamp. Kami pun menaruh barang. Sambil menunggu rombongan yang masih di atas kami pun beristirahat dan mencari makanan. Dan akhirnya rombongan yang kami tunggu-tunggu pun sampai di basecamp jam 3. Setelah membiarkan mereka beristirahat sejenak, kami pun packing ulang dan mencari bis untuk kembali ke Yogyakarta.
Waktu menunjukkan sekitar jam 9 dan akhirnya kami pun menjejakkan kaki kami kembali di Terminal Jombor. Dan kami pun menunggu jemputan kami masing- masing untuk kembali ke rumah.
Posted by
Andreina Candraningtyas
at
7:59 AM
0
comments
Labels:
coretmoretku,
greatest memory,
the truth story
Wednesday, February 15, 2012
Gajah di Pelupuk Mata tak Tampak
Hai, namaku Merdu Audrey Silta, panggil aja aku Audrey. Aku adalah seorang pelajar di kota Jember. Sekarang aku bersekolah di SMA Negeri 1 Jember. Kamu bisa mencariku di kelas XI IPA 3.
Disekolah ini kehidupanku berlangsung. Dari mulai kisah pertemanan sampai kisah percintaanku. Kamu tau gak? Saat ini aku sedang menyukai seorang siswa di sekolah ini. Dia anak dari kelas sebelah, XI IPA 2. Dia seorang siswa yang mempunyai nama Teguh Prakoso. Aku masih ingat betul bagaimana aku bisa menyukainya. Saat itu sekolahku sedang mengadakan porsenitas dan dia beserta teman-temannya menampilkan sebuah permainan alat musik. Saat itu dia terlihat begitu mengesankan dengan jas birunya. Ah, sudahlah itu terlalu indah tuk ku ingat kembali.
Saat Audrey sedang asik membaca buku, datanglah Putri, teman Audrey dari kelas XI IPA 2.
"Eh Drey, kamu udah tau belum kalo Teguh ntar malem mau manggung?", tanya Putri.
"Hah? Manggung? Emang dia punya band ya?", tanya Audrey.
"Kamu nih gimana sih Drey? Kamu kan suka sama Teguh, masa gitu aja kamu gak tau", kata Putri.
"Ya aku kan gak sefanatik itu juga kali Put. Emang nanti Teguh mau manggung dimana?" tanya Audrey.
"Di Demastro Cafe Drey jam 7, jangan sampe gak dateng ya." kata Putri sambil beranjak pergi.
Audrey pun sejenak berfikir dan memutuskan untuk pergi ke Demastro Cafe. Alesannya sih singkat, yaitu kapan lagi bisa melihat seorang Teguh Prakoso menggebuk drum?
Malam pun akhirnya datang juga. Audrey sudah tak sabar untuk cepat-cepat pergi ke Cafe untuk melihat sang pujaan hati.
Sesampainya Audrey di Demastro Cafe, ia pun mencari tempat yang cukup strategis.
Disekolah ini kehidupanku berlangsung. Dari mulai kisah pertemanan sampai kisah percintaanku. Kamu tau gak? Saat ini aku sedang menyukai seorang siswa di sekolah ini. Dia anak dari kelas sebelah, XI IPA 2. Dia seorang siswa yang mempunyai nama Teguh Prakoso. Aku masih ingat betul bagaimana aku bisa menyukainya. Saat itu sekolahku sedang mengadakan porsenitas dan dia beserta teman-temannya menampilkan sebuah permainan alat musik. Saat itu dia terlihat begitu mengesankan dengan jas birunya. Ah, sudahlah itu terlalu indah tuk ku ingat kembali.
Saat Audrey sedang asik membaca buku, datanglah Putri, teman Audrey dari kelas XI IPA 2.
"Eh Drey, kamu udah tau belum kalo Teguh ntar malem mau manggung?", tanya Putri.
"Hah? Manggung? Emang dia punya band ya?", tanya Audrey.
"Kamu nih gimana sih Drey? Kamu kan suka sama Teguh, masa gitu aja kamu gak tau", kata Putri.
"Ya aku kan gak sefanatik itu juga kali Put. Emang nanti Teguh mau manggung dimana?" tanya Audrey.
"Di Demastro Cafe Drey jam 7, jangan sampe gak dateng ya." kata Putri sambil beranjak pergi.
Audrey pun sejenak berfikir dan memutuskan untuk pergi ke Demastro Cafe. Alesannya sih singkat, yaitu kapan lagi bisa melihat seorang Teguh Prakoso menggebuk drum?
Malam pun akhirnya datang juga. Audrey sudah tak sabar untuk cepat-cepat pergi ke Cafe untuk melihat sang pujaan hati.
Sesampainya Audrey di Demastro Cafe, ia pun mencari tempat yang cukup strategis.
Saturday, October 8, 2011
Berbagi Link The Jumpers
http://www.reverbnation.com/thejumpers
Jangan hanya di baca aja
tapi di download
jangan hanya di download aja
tapi di dengarkan
jangan hanya di dengarkan
tapi di kasih saran :))
Jangan hanya di baca aja
tapi di download
jangan hanya di download aja
tapi di dengarkan
jangan hanya di dengarkan
tapi di kasih saran :))
Friday, June 3, 2011
Berbagi Link W.A.R - Mantan Terindah
http://www.mediafire.com/?l3ndbrdqdnqjucc
Jangan hanya di baca aja
tapi di download
jangan hanya di download aja
tapi di dengarkan
jangan hanya di dengarkan
tapi di kasih saran :))
Jangan hanya di baca aja
tapi di download
jangan hanya di download aja
tapi di dengarkan
jangan hanya di dengarkan
tapi di kasih saran :))
Saturday, May 28, 2011
Lebih Berarti Part 16
Theo pun berjalan menuju kasir untuk membayar, sedangkan Tea dan Okta menunggu di pintu. Mereka pun berjalan keluar dari pusat perbelanjaan itu dan langsung menuju ke tempat parker mobil. Mereka lalu masuk ke dalam mobil dan mobil itu pun melesat di sepanjang jalan menuju ke rumah Tea. Hal itu Theo lakukan karena dia ingin lebih lama berada di sisi Okta. Ketika Tea keluar dari mobil itu, Theo meminta Okta untuk pindah ke kursi depan supaya Theo bisa nyaman berbicara dengan Okta di perjalanan ke rumah Okta. Akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah Okta. Theo pun langsung berpamitan pulang karena setelah itu ia ada latihan dengan personil The Jumpers yang lain.
Di tempat latihan.
Theo : (masuk) “Maaf, aku terlambat.”
Dyan : “Kamu kenapa terlambat? Nggak biasanya nih kayak gini!”
Haliq : “Kalau dilihat dari mukanya kayaknya sedang gembira nih.”
Theo : “Sekali-kali terlambat kan nggak apa-apa dong. Tahu aja kamu, Liq.” (tersenyum)
Haliq : “Kenapa nih kok bisa gembira?”
Tepe : “Dapat rejeki nomplok kali tu, Liq.” (tertawa)
Theo : “Bukan, Pe!”
Tepe : “Terus kenapa?”
Theo : “Aku baru aja jalan sama Okta. Yah walaupun sama temannya tapi nggak apa-apalah.” (senyum)
Tepe : “Ha! Kamu baru aja jalan sama siapa?!” (terkejut)
Theo : “Sama Okta.”
Dyan : “Kayaknya…”
Haliq : “Ada yang suka sama Okta nih.” (melanjutkan kata-kata Dyan)
Dyan : “Kamu kenapa menyelesaikan kata-kataku, Liq?!”
Haliq : “Kamu lama sih, Yan. Ngomong-ngomong nyantai aja dong, Yan.”
Tepe : “Kamu mau aja jalan sama nenek lampir?! Theo, kamu itu gila ya!”
Theo : “Kalau aku memang gila terus kenapa, Pe? Jangan-jangan…”
Haliq : “Jangan-jangan Tepe cemburu tuh.” (menyela perkataan Theo)
Tepe : “Aku? Cemburu?! Najis deh aku cemburu sama kamu cuma gara-gara kamu jalan sama itu nenek lampir!”
Theo : “Nama dia Okta! Bukan nenek lampir!”
Dyan : “Sudah! Nggak usah pada berantem! Kita pada mau latihan nggak sih?!”
Theo : “Ya sudah kita mulai latihannya.”
Tepe : “Konsen ya! Kalau masalah itu nanti kita selesaikan di luar latihan!”
(bersambung)
Thursday, May 26, 2011
Love Song
[TOP] han yeojaga mareojyeoga namjaneun norae bureujiman
nunmuli naneungeol ibyeoriran
[Daesung] neol manjil suga eobtneun geol I know yeah eh
tteoleojineun nal jabajwo Hello
[GD] I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
[Taeyang] isarang noraega sirheo dasin an bureuri
neoreul tteoolliji anhge ijeul su itge
[Seungri] isarang noraega sirheo useumyeo bureuri
geudaega wirubji anghe jigeum neoegero nan ~~
ooh ooh ooh ooh woo
[Taeyang] nan~~ ooh ooh ooh ooh woo
[GD] nan duryewo isesangeun wimi eobseo
dalgwabyeori itneun neo itneun geu gose deryeogajwo
[Daesung] urineun areumdawotneunde You know
naege sarangeul garucyeojun neo Hello
[Taeyang] I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
[GD]
I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
[Taeyang] isarang noraega sirheo dasin an bureuri
neoreul tteoolliji anhge ijeul su itge
[Seungri] isarang noraega sirheo useumyeo bureuri
geudaega wirubji anghe jigeum neoegero nan
ooh ooh ooh ooh woo
[Taeyang] nan~~ ooh ooh ooh ooh woo
[TOP]
ttaseuhan haessal ddo dareun sesang ssulssulhi chunchuneun galdaebat
pureun eondeog win an yeojeonhi geunyeowawi motdahan daehwa
amu daedab eobtneun(daedabeobtneun) mupyeojeonghan jeo haneul(jeo haneul)
hwingureum dwie sumeo itgetji neon byeoril dwaetgetji (byeoril dwaetgetji)
[GD]
nun gamgo ne sumgyeoreul neukkyeo ne kkumeul kwo
nae ibgae beonjin miso jigeum nan neowa sumeul swio
singana meomchwo geunyowa nal galla nohji mara
barama meomchwo nege bonaeneun majimag pyeonji hanjang
[Taeyang] isarang noraega sirheo dasin an bureuri
neoreul tteoolliji anhge ijeul su itge
[Seungri] isarang noraega sirheo useumyeo bureuri
geudaega wirubji anghe jigeum neoegero nan ~~
ooh ooh ooh ooh woo
(oh I hate this LOVE SONG)
[Taeyang] nan~~ ooh ooh ooh ooh woo
(oh I hate this LOVE SONG)
oh I hate this LOVE SONG
nunmuli naneungeol ibyeoriran
[Daesung] neol manjil suga eobtneun geol I know yeah eh
tteoleojineun nal jabajwo Hello
[GD] I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
[Taeyang] isarang noraega sirheo dasin an bureuri
neoreul tteoolliji anhge ijeul su itge
[Seungri] isarang noraega sirheo useumyeo bureuri
geudaega wirubji anghe jigeum neoegero nan ~~
ooh ooh ooh ooh woo
[Taeyang] nan~~ ooh ooh ooh ooh woo
[GD] nan duryewo isesangeun wimi eobseo
dalgwabyeori itneun neo itneun geu gose deryeogajwo
[Daesung] urineun areumdawotneunde You know
naege sarangeul garucyeojun neo Hello
[Taeyang] I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
[GD]
I hate this love song I hate this love song
I hate this love song I hate this love song
[Taeyang] isarang noraega sirheo dasin an bureuri
neoreul tteoolliji anhge ijeul su itge
[Seungri] isarang noraega sirheo useumyeo bureuri
geudaega wirubji anghe jigeum neoegero nan
ooh ooh ooh ooh woo
[Taeyang] nan~~ ooh ooh ooh ooh woo
[TOP]
ttaseuhan haessal ddo dareun sesang ssulssulhi chunchuneun galdaebat
pureun eondeog win an yeojeonhi geunyeowawi motdahan daehwa
amu daedab eobtneun(daedabeobtneun) mupyeojeonghan jeo haneul(jeo haneul)
hwingureum dwie sumeo itgetji neon byeoril dwaetgetji (byeoril dwaetgetji)
[GD]
nun gamgo ne sumgyeoreul neukkyeo ne kkumeul kwo
nae ibgae beonjin miso jigeum nan neowa sumeul swio
singana meomchwo geunyowa nal galla nohji mara
barama meomchwo nege bonaeneun majimag pyeonji hanjang
[Taeyang] isarang noraega sirheo dasin an bureuri
neoreul tteoolliji anhge ijeul su itge
[Seungri] isarang noraega sirheo useumyeo bureuri
geudaega wirubji anghe jigeum neoegero nan ~~
ooh ooh ooh ooh woo
(oh I hate this LOVE SONG)
[Taeyang] nan~~ ooh ooh ooh ooh woo
(oh I hate this LOVE SONG)
oh I hate this LOVE SONG
Monday, May 23, 2011
Meski Kau Sakiti
Ku tahu kau sama denganku
Ku sadar kau bukan diriku
Kini hatiku telah mencoba
Pahami dirimu
Coba untuk setia atas cintaku
Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk membencimu
Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk menjauh dari hatimu
Ku tahu kau sama dengannya
Ku sadar kau bukan dirinya
Ku sadar kau bukan diriku
Kini hatiku telah mencoba
Pahami dirimu
Coba untuk setia atas cintaku
Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk membencimu
Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk menjauh dari hatimu
Ku tahu kau sama dengannya
Ku sadar kau bukan dirinya
Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk membencimu
Meski terus kau sakiti aku
Hati ini tak mampu
Untuk menjauh dari hatimu
Sunday, May 22, 2011
Saturday, May 21, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)










