Keesokan harinya di sekolah Okta.
Okta : “Hai Wisnu.”
Wisnu : “Hai juga Okta.” (tersenyum)
Okta : “Hai Tea.”
Tea :”Hai juga Okta. Eh Ta, kenapa tuh lututmu?” (nunjuk lutut Okta)
Okta : “Oh ini? Ini gara-gara kemarin aku ditabrak cowok.”
Tea : “Kamu ceroboh lagi ya?”
Okta : “Gak! Kali ini bukan aku yang salah! Tapi itu cowok yang seenaknya aja nabrak aku! Mana gak minta maaf lagi!”
Tea : “Lho? Kok bisa gitu?”
Okta : “Tahu deh! Itu cowok terus asal lari aja ninggalin aku!”
Tea : “Ya sudah, sabar ya Ta.” (tersenyum)
*teng…teng…teng…*
Okta : “Ya sudah Te, aku ke tempat dudukku dulu.”
Di saat pelajaran
Dika : (bisik-bisik) “Ssst…Ta, Okta!”
Okta : (berbisik) “Apa, Dik?”
Dika : “Nanti pulang sekolah ada rapat panitia untuk acara ‘Night with a Million Happiness’. Jangan lupa datang ya! Jangan telat!”
Okta : “Oke, Dik.”
Beberapa jam kemudian.
*teng…teng…teng…*
Okta : (dalam perjalanan ke ruang rapat)Keesokan harinya di sekolah Okta.
Okta : “Hai Wisnu.”
Wisnu : “Hai juga Okta.” (tersenyum)
Okta : “Hai Tea.”
Tea :”Hai juga Okta. Eh Ta, kenapa tuh lututmu?” (nunjuk lutut Okta)
Okta : “Oh ini? Ini gara-gara kemarin aku ditabrak cowok.”
Tea : “Kamu ceroboh lagi ya?”
Okta : “Gak! Kali ini bukan aku yang salah! Tapi itu cowok yang seenaknya aja nabrak aku! Mana gak minta maaf lagi!”
Tea : “Lho? Kok bisa gitu?”
Okta : “Tahu deh! Itu cowok terus asal lari aja ninggalin aku!”
Tea : “Ya sudah, sabar ya Ta.” (tersenyum)
*teng…teng…teng…*
Okta : “Ya sudah Te, aku ke tempat dudukku dulu.”
Di saat pelajaran
Dika : (bisik-bisik) “Ssst…Ta, Okta!”
Okta : (berbisik) “Apa, Dik?”
Dika : “Nanti pulang sekolah ada rapat panitia untuk acara ‘Night with a Million Happiness’. Jangan lupa datang ya! Jangan telat!”
Okta : “Oke, Dik.”
Beberapa jam kemudian.
*teng…teng…teng…*
Okta : (dalam perjalanan ke ruang rapat)
(bersambung)