Pada hari senin tanggal 9 Juli 2012 aku harus bisa bangun pagi dan bersiap-siap berangkat ke Terminal Jombor dan berkumpul bersama anggota BBHC yang lain yaitu Ahmad, Prela, Iin, Adhi, Eko, Aldi, Mas Feri, Mas Udin, Mas Adri, Mas Warin, Mas Densa, Mbak Vivi, Mas Irex, Mas Made, Mas Agus, Mas Jallu dan Mas Elang. Kami berkumpul untuk naik bis menuju Kledung, Jawa Tengah. Kami bertekad pergi ke Kledung untuk menaklukkan puncak Gunung Sindoro. Dan beginilah ceritaku.
Senin, 9 Juli 2012
Pada pukul 8 kami berkumpul di Terminal Jombor. Sambil menunggu teman-teman yang pada belum datang, kita bercerita sampai ada yang berbelanja ataupun sarapan. Dan tanpa disadari ternyata Mas Elang yang berencana tidak ikut mendaki pun menyambut kami dan mengubah niatnya untuk tidak ikut mendaki menjadi ikut mendaki. Setelah semua berkumpul, kamipun melakukan packing ulang untuk memasukkan barang yang belum masuk ke dalam carier dan mengecek barang bawaan. Setelah packing ulang kamipun menunggu bis yang akan menjemput kami tiba.
Sekitar pukul 9 bis yang akan kami naiki tiba. Kami pun masuk ke dalam bis dan bis pun segera melaju. Di dalam bis tersebut ada yang tertidur karena meminum obat antimo, berbincang-bincang maupun menikmati perjalanan.
Sesampainya di Terminal bis Tidar kami pun berganti bis dengan tujuan Wonosobo. Tetapi sebelum kami berganti bis kami beristirahat sebentar. . Ketika sedang beristirahat ada yang menyempatkan diri untuk membeli pulsa, ke toilet maupun membeli makanan.
Kamipun melanjutkan perjalanan dengan bis tujuan Wonosobo setelah sedikit bernegosiasi dengan sang pemilik bis. Di dalam bis aku sempat tertidur dan ketika aku terbangun aku pun berbincang-bincang dengan Mbak Vivi.
Akhirnya kami sampai diseberang pintu gerbang desa di kaki Gunung Sindoro dan kami pun turun dari bis. Sebelum kami menyeberang jalan, Mas Jallu sempat bertanya apakah ada yang ingin pulang atau tidak dan kami pun menjawabnya dengan memantapkan diri menyeberangi jalan. Setelah itu kami berjalan kaki menuju basecamp Gunung Sindoro dan langkah kami pun terhenti ketika kami melewati Masjid At-Taqwa. Kami pun memutuskan untuk beribadah dan beristirahat. Ketika sedang beristirahat, kami yang merasa lapar terpuaskan denan adanya bapak penjual bakso. Setelah itu yang telah selesai beribadah dan beristirahat melanjutkan perjalanan menuju basecamp. Sebelum sampai basecamp, aku sempat diajak berputar-putar oleh Mas Jallu.
Setelah sampai di basecamp, kamipun beristirahat sambil menunggu yang masih berada di Masjid. Beberapa menit kemudian kami semua telah berkumpul kembali di basecamp. Karena ada yang masih merasa lapar, maka kami beramai-ramai pergi ke rumah warga yang berjualan makanan. Karena aku sudah merasa tidak terlalu lapar maka aku makan sepiring berdua dengan Iin. Sambil menikmati makanan kami, kami pun bersenda gurau. Makanan pun telah habis dan Eko memanggil ibu penjual makanan tersebut untuk membayar dan terjadilah sebuah ejekan untuk Eko. Setelah itu kami pun kembali ke basecamp untuk packing ulang. Saat packing ulang kami membagi barang bawaan yang untuk satu kelompok dan membagi air minum. Setelah packing ulang kami berfoto di depan basecamp lalu melanjutkan perjalanan kami.
Saat berjalan disekitar ladang penduduk, Eko, Adhi dan Aldi berlomba-lomba untuk menjadi yang berada di depan sehingga mereka cepat untuk beristirahat sejenak dan menghilangkan rasa dahaga. Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya kami pun sampai di pos 1. Kami pun beristirahat sejenak sambil menunggu yang masih tertinggal jauh dibelakang. Setelah beberapa menit beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 2.
Beberapa jam pun berlalu dan kami pun tiba di pos 2. Di pos 2 kami mengistirahatkan kaki sejenak dan menhilangkan rasa haus. Setelah rasa letih terpuaskan kami pun melanjutkan perjalanan. Tetapi sebelum berangkat, kami menyiapkan senter yang telah kami persiapkan dari rumah karena sebentar lagi hari mulai gelap.
Di perjalanan menuju pos 3 kami sudah merasa letih sehingga kami banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat. Dan ketika hendak sampai di pos 3 kamipun beristirahat sambil bercanda gurau dengan cara memainkan lampu senter yang kami bawa. Beberapa menit kemudian mulailah terdengar suara lonceng sapi dan tak lama kemudian muncullah 4 orang pendak yang ternyata salah seorang diantaranya adalah orang yang mempunyai lonceng sapi tersebut. Setelah 4 orang pendaki tersebut berlalu, Ahmad dan yang lainnya mengganti topic pembicaraan mereka dengan suara lonceng sapi tadi.
Beberapa menit kemudian kami melanjutkan kembali perjalanan kami yang sempat tertunda oleh rasa letih yang dirasakan oleh kaki kami. Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan sispala dari SMA Negeri 1 Yogyakarta. Tanpa disengaja salah seorang dari sispala SMA Negeri 1 Yogyakarta tersebut adalah teman semasa SMPnya Prela sehingga terjadi perbincangan yang sangat singkat.
Beberapa menit pun berlalu dan akhirnya kami sampai di pos 3. Saat berada di pos 3, kami memutuskan untuk mendirikan doom dan bermalam di pos 3 karena keadaan. Sebelum kami mendirikan doom, kami sempat berpindah lokasi mendirikan doom sebanyak 3 kali dan akhirnya kami menemukan tempat yang nyaman untuk mendirikan doom. Doom pun didirikan dan kami masuk kedalam doom yang telah dibagi berdasarkan kelompok. Aku menempati satu doom dengan ditemani oleh Mbak Vivi, Iin dan Prela. Didalam doom kami menata barang bawaan kami lalu bergegas memasak bahan makanan kami. Kami memasak bahan makanan kami didalam doom dengan menggunakan kompor spirtus dan ditemani oleh Mas Densa. Saat kami sedang memasak beras, Mas Densa pun berkata kalau beras yang kami masak nggak akan jadi dan kami pun beradu mulut sambil memasak. Setengah jam kemudian makananpun sudah tersajikan. Kamipun memakan apa yang telah kami masak. Namun, saat kami memakan sedikit makanan kami, kami merasa sudah kenyang dan kamipun memaksakan diri untuk menghabiskan makanan kami. Setelah selesai makan, kamipun segera berbaring untuk memejamkan mata.
Pada pukul 8 kami berkumpul di Terminal Jombor. Sambil menunggu teman-teman yang pada belum datang, kita bercerita sampai ada yang berbelanja ataupun sarapan. Dan tanpa disadari ternyata Mas Elang yang berencana tidak ikut mendaki pun menyambut kami dan mengubah niatnya untuk tidak ikut mendaki menjadi ikut mendaki. Setelah semua berkumpul, kamipun melakukan packing ulang untuk memasukkan barang yang belum masuk ke dalam carier dan mengecek barang bawaan. Setelah packing ulang kamipun menunggu bis yang akan menjemput kami tiba.
Sekitar pukul 9 bis yang akan kami naiki tiba. Kami pun masuk ke dalam bis dan bis pun segera melaju. Di dalam bis tersebut ada yang tertidur karena meminum obat antimo, berbincang-bincang maupun menikmati perjalanan.
Sesampainya di Terminal bis Tidar kami pun berganti bis dengan tujuan Wonosobo. Tetapi sebelum kami berganti bis kami beristirahat sebentar. . Ketika sedang beristirahat ada yang menyempatkan diri untuk membeli pulsa, ke toilet maupun membeli makanan.
Kamipun melanjutkan perjalanan dengan bis tujuan Wonosobo setelah sedikit bernegosiasi dengan sang pemilik bis. Di dalam bis aku sempat tertidur dan ketika aku terbangun aku pun berbincang-bincang dengan Mbak Vivi.
Akhirnya kami sampai diseberang pintu gerbang desa di kaki Gunung Sindoro dan kami pun turun dari bis. Sebelum kami menyeberang jalan, Mas Jallu sempat bertanya apakah ada yang ingin pulang atau tidak dan kami pun menjawabnya dengan memantapkan diri menyeberangi jalan. Setelah itu kami berjalan kaki menuju basecamp Gunung Sindoro dan langkah kami pun terhenti ketika kami melewati Masjid At-Taqwa. Kami pun memutuskan untuk beribadah dan beristirahat. Ketika sedang beristirahat, kami yang merasa lapar terpuaskan denan adanya bapak penjual bakso. Setelah itu yang telah selesai beribadah dan beristirahat melanjutkan perjalanan menuju basecamp. Sebelum sampai basecamp, aku sempat diajak berputar-putar oleh Mas Jallu.
Setelah sampai di basecamp, kamipun beristirahat sambil menunggu yang masih berada di Masjid. Beberapa menit kemudian kami semua telah berkumpul kembali di basecamp. Karena ada yang masih merasa lapar, maka kami beramai-ramai pergi ke rumah warga yang berjualan makanan. Karena aku sudah merasa tidak terlalu lapar maka aku makan sepiring berdua dengan Iin. Sambil menikmati makanan kami, kami pun bersenda gurau. Makanan pun telah habis dan Eko memanggil ibu penjual makanan tersebut untuk membayar dan terjadilah sebuah ejekan untuk Eko. Setelah itu kami pun kembali ke basecamp untuk packing ulang. Saat packing ulang kami membagi barang bawaan yang untuk satu kelompok dan membagi air minum. Setelah packing ulang kami berfoto di depan basecamp lalu melanjutkan perjalanan kami.
Saat berjalan disekitar ladang penduduk, Eko, Adhi dan Aldi berlomba-lomba untuk menjadi yang berada di depan sehingga mereka cepat untuk beristirahat sejenak dan menghilangkan rasa dahaga. Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya kami pun sampai di pos 1. Kami pun beristirahat sejenak sambil menunggu yang masih tertinggal jauh dibelakang. Setelah beberapa menit beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 2.
Beberapa jam pun berlalu dan kami pun tiba di pos 2. Di pos 2 kami mengistirahatkan kaki sejenak dan menhilangkan rasa haus. Setelah rasa letih terpuaskan kami pun melanjutkan perjalanan. Tetapi sebelum berangkat, kami menyiapkan senter yang telah kami persiapkan dari rumah karena sebentar lagi hari mulai gelap.
Di perjalanan menuju pos 3 kami sudah merasa letih sehingga kami banyak menghabiskan waktu untuk beristirahat. Dan ketika hendak sampai di pos 3 kamipun beristirahat sambil bercanda gurau dengan cara memainkan lampu senter yang kami bawa. Beberapa menit kemudian mulailah terdengar suara lonceng sapi dan tak lama kemudian muncullah 4 orang pendak yang ternyata salah seorang diantaranya adalah orang yang mempunyai lonceng sapi tersebut. Setelah 4 orang pendaki tersebut berlalu, Ahmad dan yang lainnya mengganti topic pembicaraan mereka dengan suara lonceng sapi tadi.
Beberapa menit kemudian kami melanjutkan kembali perjalanan kami yang sempat tertunda oleh rasa letih yang dirasakan oleh kaki kami. Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan sispala dari SMA Negeri 1 Yogyakarta. Tanpa disengaja salah seorang dari sispala SMA Negeri 1 Yogyakarta tersebut adalah teman semasa SMPnya Prela sehingga terjadi perbincangan yang sangat singkat.
Beberapa menit pun berlalu dan akhirnya kami sampai di pos 3. Saat berada di pos 3, kami memutuskan untuk mendirikan doom dan bermalam di pos 3 karena keadaan. Sebelum kami mendirikan doom, kami sempat berpindah lokasi mendirikan doom sebanyak 3 kali dan akhirnya kami menemukan tempat yang nyaman untuk mendirikan doom. Doom pun didirikan dan kami masuk kedalam doom yang telah dibagi berdasarkan kelompok. Aku menempati satu doom dengan ditemani oleh Mbak Vivi, Iin dan Prela. Didalam doom kami menata barang bawaan kami lalu bergegas memasak bahan makanan kami. Kami memasak bahan makanan kami didalam doom dengan menggunakan kompor spirtus dan ditemani oleh Mas Densa. Saat kami sedang memasak beras, Mas Densa pun berkata kalau beras yang kami masak nggak akan jadi dan kami pun beradu mulut sambil memasak. Setengah jam kemudian makananpun sudah tersajikan. Kamipun memakan apa yang telah kami masak. Namun, saat kami memakan sedikit makanan kami, kami merasa sudah kenyang dan kamipun memaksakan diri untuk menghabiskan makanan kami. Setelah selesai makan, kamipun segera berbaring untuk memejamkan mata.
Selasa, 10 Juli 2012
Aku pun terbangun di pagi hari yang dingin. Ku lihat Prela dan Iin masih menjelajahi alam mimpinya sedangkan Mbak Vivi sudah bangun dan pergi untuk menyambut sang dewa pagi keluar dari persembunyiannya. Aku pun terdiam sejenak lalu terdengarlah suara Mbak Vivi yang sedang berbicara. Aku pun pergi menghampiri Mbak Vivi dan ternyata sudah ada Mas Danang dan Mas Chandra yang telah tiba pagi-pagi sekali untuk menyusul kami. Pada saat itu Mas Danang tengah sibuk memegang kameranya untuk memotret pemandangan dan Mbak Vivi sedangkan Mas Chandra sibuk bercerita kepada Mbak Vivi dan Mas Danang.
Tak lama kemudian datanglah Prela dan Iin. Ahmad, Aldi, Adhi, Eko, Mas Warin, Mas Udin dan Mas Feri ikut bergabung bersama kami setelah beberapa menit kemudian kami melihat indahnya pemandangan di pagi itu. Kami pun menikmati pemandangan di pagi itu bersama-sama sambil bercerita, mengabadikannya didalam kamera, memasak dan menghangatkan tubuh. Beberapa saat kemudian makanan pun sudah tersajikan dan kami pun makan sambil bersenda gurau. Setelah kami selesai makan, Mas Densa pun ikut bergabung dalam keceriaan kami lalu kembali ke dalam doom untuk mengambil bahan makanan lalu memasaknya. Mas Densa memasak banyak bahan makanan untuk kemudian dimakan bersama-sama. Sambil Mas Densa memasak, Mas Chandra menceritakan perjalanannya dengan Mas Danang semalam dan tak lupa ia menceritakan orang dari luar negeri yang bernama Antony yang ia temui saat diperjalanan menuju pos 3. Setelah makanan jadi Mas Densa pun memakan masakannya dan tak lupa ia menawarkannya kepada kami. Saat sedang menikmati makanan, Mas Agus datang menghampiri kami. Tak lama kemudian Mas Jallu dan Mas Made pun tiba di pos 3. Mas Jallu menceritakan hal yang ia alami saat bersama Mas Made. Tak lama kemudian Mas Irex pun ikut bergabung dan kami bercerita banyak hal.
Waktu menunjukkan sekitar jam 10 pagi dan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Namun sayang, Mas Made tidak bisa ikut kami untuk mendaki hingga puncak. Kami pun memacking barang yang akan kami bawa dan 1 kelompok hanya membawa 1 tas. Setelah selesai packing, barang yang tidak dibawa dititipkan kepada Mas Made. Kami mengawali perjalanan kami di pagi itu dengan berdoa terlebih dahulu dan kami memulai kembali perjalanan kami yang sempat tertunda.
Di perjalanan menuju pos 4, jalan yang kami lalui sudah mulai terjal sehingga kami banyak menyempatkan diri untuk beristirahat. Saat ditengah perjalanan kami membagi rombongan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok pria berjalan didepan dan kelompok wanita dibelakang karena melihat kondisi.
Beberapa jam pun berlalu dan medan pos 4 dan 5 pun telah ditaklukan. Saat hendak menuju pos 6, kami melihat Mbak Vivi sudah tidak enak badan dan kami pun beristirahat sejenak sambil menunggu Mbak Vivi. Beberapa menit kemudian kami pun melanjutkan perjalanan. Ketika tinggal beberapa kilometer menuju puncak Gunung Sindoro, kami bertemu dengan Aldi yang ternyata tertinggal jauh dari rombongannya.
Beberapa menit berlalu dan kami sampai di puncak gunung. Rasa letih menjadi sirna begitu kami melihat betapa eloknya pemandangan di puncak Gunung Sindoro. Terlihat begitu indah dengan adanya kawah dan disekitar kawah tersebut terdapat banyak tulisan yang disusun dengan menggunakan bongkahan batu. Namun sayang, saat itu kawah tersebut sedang kering. Saat berada di puncak gunung, kami tak lupa untuk mengabadikan setiap momen kedalam kamera sehingga kamera pun sering berpindah-pindah tangan.
Waktu menunjukkan angka 5 dan kami mengakhiri acara di puncak dengan memberikan nama rimba dan setelah itu kami memutuskan untuk turun. Tak begitu lama kami turun, Mbak Vivi terhenti karena kembali merasa tidak enak badan. Kami turun dan membiarkan Mbak Vivi beristirahat dengan ditemani Mas Jallu dan Mas Irex.
Setelah beberapa jam berjalan, malam pun menyambut kami dan kami beristirahat sejenak sambil bercanda ria dan melihat keindahan langit yang bertaburkan berjuta bintang. Setelah rasa letih sedikit berkurang akhirnya kami meninggalkan keindahan tersebut dan melanjutkan turun.
Saat di tengah perjalanan, Mas Jallu mengabari Mas Densa untuk membawakan barang yang ia butuhkan. Mas Feri dan Mas Warin pun kembali ke atas untuk membawakan barang tersebut sedangkan kami turun untuk menyiapkan tempat istirahat dan mengecek persediaan makanan.
Kami pun akhirnya sampai di pos 3 dan Mas Densa menyuruh kami untuk memasak makanan lalu bersiaga untuk membantu yang masih di atas. Namun Mas Densa menyuruh aku, Iin dan Prela untuk menyiapkan barang-barang kepunyaan Mbak Vivi dan setelah itu beristirahat. Aku, Iin dan Prela pun beristirahat setelah tugas kami selesai.
Rabu, 11 Juli 2012
Pagi pun menyambut kami dengan riang dan terlihat para lelaki kelelahan. Mas Chandra pun memutuskan untuk turun terlebih dahulu karena ada urusan. Beberapa menit pun berlalu, kami pun memacking barang bawaan kami dan membongkar 2 doom dan menyisakan 1 doom.
Setelah semua telah tersusun rapi didalam tas kecuali alat masak, alat makan dan bahan makanan, kami pun memasak bahan makanan dan mendata air minum yang kami punya. Dan pada jam 10 kami memutuskan untuk kembali menuju basecamp. Sebelum turun menuju basecamp, kami pun membagi air minum. Kami turun dan meninggalkan Mas Danang dan Mas Irex yang menunggu rombongan yang masih berada di atas.
Di tengah jalan kami kembali membagi menjadi 2 kelompok karena melihat medan yang kami lalui dan kami pun melanjutkan perjalanan. Di perjalanan, kami bertemu dengan banyak pendaki.
Beberapa jam berlalu dan akhirnya kami sampai di pos 2. Kami pun beristirahat lama karena sekalian menunggu Mas Feri dan Mas Udin yang tertinggal di belakang kami. Di pos 2 kami banyak bercerita dan bertanya dan sialnya malah pada bertanya tentang ceritaku dengan sahabatku.
Setelah berlama-lama di pos 2 akhirnya kami melanjutkan perjalanan dan tak terasa kami telah sampai di dekat pos 1. Kami pun sejenak menikmati pemandangan berkabut lalu kembali berjalan.
Saat berada di ladang penduduk, aku, Mas Densa, Iin dan Prela berlarian. Dan tak terasa kami pun sampai di basecamp dengan disambut oleh rombongan kami yang telah sampai duluan di basecamp. Kami pun menaruh barang. Sambil menunggu rombongan yang masih di atas kami pun beristirahat dan mencari makanan. Dan akhirnya rombongan yang kami tunggu-tunggu pun sampai di basecamp jam 3. Setelah membiarkan mereka beristirahat sejenak, kami pun packing ulang dan mencari bis untuk kembali ke Yogyakarta.
Waktu menunjukkan sekitar jam 9 dan akhirnya kami pun menjejakkan kaki kami kembali di Terminal Jombor. Dan kami pun menunggu jemputan kami masing- masing untuk kembali ke rumah.
No comments:
Post a Comment