About Me

My photo
I was a little girl who is still sitting in junior high school. I was the one cool, dirty, good, loyal friend, unique, exciting, weird, crazy, extra ordinary, love adventures, etc hmm, maybe that's all about me

Friday, April 8, 2011

Lebih Berarti Part 4

Hari H. Satu jam sebelum acara dimulai.
            Okta pun mengeliling tempat itu untuk melihat-lihat. Dan Okta pun terkejut ketika ia melihat Tepe, cowok yang menabraknya beberapa minggu yang lalu.
Okta : (berjalan menuju cowok tersebut) “Eh, Kamu! Ngapain kamu disini?!”
Tepe : “??” (bingung)
Ivo : “Ta!”
Okta : (membalikkan badan) “Apa, Vo?”
Ivo : “Kamu lihat Dama nggak?”
Okta : “Dari tadi aku belum lihat Dama, Vo.”
Ivo : “Ya sudahlah. Aku ke sana dulu ya?”
Okta : “Oke.” (membalikkan badan dan mencari Tepe yang tiba-tiba menghilang) “Setan kali ya itu cowok? Tahu-tahu menghilang begitu saja? Ya sudahlah, bodoh amat ngurusin dia!”
            Ternyata Tepe tengah mempersiapkan diri untuk maju ke atas panggung dan menghibur penonton yang sudah datang. Lalu ia mengenakan jubah ciri khas The Jumpers dan langsung naik ke atas panggung bersama dengan personil The Jumpers yang lain. Dyan sang gitaris pun mulai memainkan gitarnya dan diikuti dengan melepas jubah mereka sehingga para fans berteriak dengan semangat. Namun, saat Okta melihat siapa salah seorang yang menabrak dia, dia lalu terkejut dan memanggil sahabatnya, Tea.
Okta : “Te, Tea, sini deh.”
Tea : “Kenapa, Ta? Kok mukamu aneh gitu?”
Okta : “Itu!” (nunjuk ke arah Tepe)







(bersambung)

No comments:

Post a Comment