Sesampainya Okta di sekolah.
Tea : “Okta!” (teriak)
Okta : (mencari asal suara)
Tea : “Aku disini, Ta!”
Okta : “Kenapa, Te?”
Tea : “Aku pinjam hpmu dong untuk sms Papaku.”
Okta : “Buat apaan?”
Tea : “Biasa, bukuku ada yang ketinggalan.”
Okta : “Lha hp kamu, Te?”
Tea : “Aku nggak punya pulsa, Ta.”
Okta : “Oh.” (mengambil hpnya disaku) “Nih.” (memberikan hpnya)
Tea : “Terima kasih, Ta.”
Untuk : 085728552299
Pi, tolong ambilkan buku kimiaku di meja dong. Tea.
Tea : “Ta, hpmu aku bawa dulu ya?”
Okta : “Oke, tapi jangan diloakin. Aku ke kelas dulu ya, Te?”
Tea : “Siap.”
*dert…dert…dert…*
Tea : (berfikir) “Cepat banget nih Papi yang balas.” (melihat ke layar hp dan membacanya dalam hati) “Kak Theo. Ha? Kak Theo? Kak Theo The Jumpers bukan ya? Ah nanti tanya Okta aja deh.”
*dert…dert…dert…*
Tea : (melihat layar hp dan bergumam) “Nah, ini baru sms dari Papi.” (membuka sms)
Dari : 085728552299
Papi tunggu di luar
(bersambung)
No comments:
Post a Comment