Mereka berdua pun menunggu Theo di depan pintu gerbang sekolah. Lalu sebuah mobil lewat di depan mereka. Pintu mobil pun dibuka, lalu keluarlah seorang cowok dari dalam mobil tersebut. Dan Tea pun terkejut ketika ia tahu bahwa cowok itu adalah Theo.
Tea : “Ta, orang yang kamu maksut itu Kak Theo?” (masih terkejut)
Okta : “Yup, you’re right.”
Theo : “Hai semua.” (tersenyum)
Okta dan Tea : “Hai juga Kak.”
Okta : “Kak, kenalin ini temanku.”
Tea : “Tea.” (mengulurkan tangan)
Theo : “Theo.” (menjabat tangan Tea)
Okta : “Kak, Tea ini ngefans lho sama Kakak.”
Tea : (menginjak kaki Tea)
Okta : “Aw..”
Theo : “Kamu nggak apa-apa, Ta? Beneran tu, Te?”
Okta : “Nggak apa-apa, Kak.”
Tea : “Iya, Kak.” (malu-malu)
Theo : (lihat jam) “Berangkat sekarang aja yuk.”
Okta dan Tea : “Ayo.”
(bersambung)
No comments:
Post a Comment