Mereka pun pergi ke toko buku untuk membeli buku yang Tea cari. Setelah itu, mereka menyempatkan diri untuk mengelilingi pusat perbelanjaan itu. Dan Theo pun mengajak mereka untuk makan siang karena ia merasa tidak enak pada Okta dan Tea. Mereka pun disana bercerita tentang banyak hal dan tertawa bersama-sama.
Okta : “Aku ke toilet sebentar ya?”
Theo dan Tea : “Oke.”
Okta : (berjalan menuju toilet)
Theo : “Te, Okta itu orangnya asik ya?”
Tea : “Iya, makanya aku temenan sama dia.”
Theo : “Te, kamu sahabatnya kan?”
Tea : “Iya, memang kenapa, Kak?”
Theo : “Dia itu suka sama cowok yang kayak gimana ya?”
Tea : “Kalau itu sih aku kurang tahu, Kak. Tapi kayaknya dia suka sama owok yang bisa bikin dia nyaman deh. Kakak suka ya sama Okta?” (dalam hati) “Aduh, keceplosan!”
Theo : “Kayaknya sih iya, Te.”
Tea : (terkejut)
Okta : (menuju ke arah Theo dan Tea) “Pulang yuk, sudah sore nih.”
Theo : “Ya sudah. Aku bayar dulu ya.”
(bersambung)
No comments:
Post a Comment